Beranda > Cara Kerja > Cara Kerja Telepon Kabel

Cara Kerja Telepon Kabel

TeleponKali ini saya akan bercerita sedikit tentang bagaimana cara kerja sebuah telepon dapat menyala dan mengirim maupun menerima suara hanya dengan satu pasang kabel.

Pada telepon kabel, kita dapat melakukan dua tugas sekaligus, yaitu berbicara dan mendengarkan tanpa harus menunggu lawan bicara terlebih dahulu.

Proses komunikasi seperti ini sering dikatakan sebagai komunikasi dua arah, sedangkan yang satu arah seperti radio cb atau walkie talkie yang mengharuskan pengguna menunggu pengguna berikutnya selesai berbicara.

Pada telepon, yang menerima suara dari mulut kita adalah sebuah microphone. Microphone yang sering digunakan di telepon adalah microphone Condenser.

Pada Microphone ini, gelombang suara kita di ubah menjadi sinyal atau getaran getaran listrik (proses perubahan sinyal analog ke listrik).

Sedangkan speaker pada telepon berfungsi untuk mengubah gelombang listrik yang diterima menjadi getaran suara yang dapat kita dengarkan.

Pernahkah kamu berpikir bagaimana bisa telepon kabel yang hanya dihubungkan dengan dua buah kabel (satu pasang) dapat berdering, menerima suara dan mengirim suara sekaligus?

Pernah saya lakukan pengukuran langsung terhadap kedua kabel yang terpasang tersebut dan hasil yang saya peroleh adalah :

Pada saat standby tegangan yang ada sekitar 60volt namun jika ada panggilan masuk maka tegangan naik menjadi 110volt.

Lalu untuk menerima dan mengirim suara lewat mana?

Sama persis, Kedua proses pengiriman dan penerimaan suara dikakukan juga di kedua kabel tersebut dengan cara ditumpangkan (modulasi).

Arus yang ada pada kedua kabel tersebut merupakan arus AC (bolak balik) sehingga sinyal suara yang telah diubah menjadi sinyal listrik (berupa frekwensi) dapat ditumpangkan pada masing masing kabel yang ada tanpa mempengaruhi tegangan.

Lalu bagaimana telepon bisa tau mana isyarat untuk dering, penerima dan pengirim? Bagaimana jika kabel terbalik?

Jangan bingung, di dalam telepon sudah terdapat beberapa buah rangkaian filter yang mampu membedakan mana frekwensi untuk dering, pengirim, dan penerima. Filter tersebut berfungsi untuk memisahkan ketiga bagian tersebut ke jalurnya masing masing.

Komponen yang digunakan sebagai filter contohnya adalah kapasitor non polar. Pada rangkaian dering, yang menjadi filter adalah sebuah kapasitor non polah yang ukuran nya cukup besar (fisik) agar sesuai dengan frekwensi yang di kirim sehingga jika komponen tersebut rusak tentunya telepon tidak dapat berdering🙂

Sekian dulu cerita saya semoga bermanfaat bagi pembaca sekalian.

  1. 15 Januari 2011 pukul 3:05 am

    Wah terima kasih pengetahuannya, seperti Alexander Graham Bell yang menemukan teleponnya.

  2. 15 Januari 2011 pukul 3:07 am

    Terima kasih infonya..

  3. 15 Januari 2011 pukul 3:09 am

    Terima kasih infonya…

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: