Beranda > Berita > Putri Kadisperindag Bangli Tewas Dibunuh

Putri Kadisperindag Bangli Tewas Dibunuh

Denpasar (Bali Post) –
Warga di bilangan Jalan Ida Bagus Oka, Gang Rencong, Denpasar Selatan, Selasa (7/9) malam kemarin geger. Di sebuah rumah kos-kosan No. 10, Dewa Ayu Agung Diah Cahyani (18) asal Banjar Griya, Bangli ditemukan tewas dengan leher tertancap pisau dan kondisinya telanjang. Tubuh korban sudah diketahui kaku dan bersimbah darah di kamar kosnya. Kuat dugaan, putri Kadisperindag Bangli Dewa Gede Suparta ini dibunuh lalu dirampok. Sebab, HP dan motor jenis Honda Supra 125 milik korban raib.
Belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait kasus kematian korban ini. Kapoltabes Denpasar Kombes Pol. Suryanbodo Asmoro dan Kapolsek Densel AKP Leo Martin Pasaribu serta jajarannya terlihat masih sibuk melakukan identifikasi di TKP. Proses identifikasi pun berlangsung hingga malam, dan jenazah korban dilarikan ke RS Sanglah.
Informasi yang berhasil dikumpulkan di TKP, korban yang kuliah di Stikes Bali ini pertama kali ditemukan oleh pamannya, Dewa Anom Sayuga. Anom Sayuga ditelepon oleh ayah korban (Dewa Gede Suparta – red) dan meminta untuk mengecek korban di kosnya. Sebab, sejak pagi korban ditelepon tetapi tidak aktif. ”Terus saya ditelepon dan disuruh mengecek ke kosnya,” kata Anom Sayuga ketika ditemui di TKP, kemarin.
Begitu tiba di TKP, Anom Sayuga langsung menghampiri kamar korban yang posisinya di tengah. Saksi pun memanggil-manggil nama korban beberapa kali, namun tidak ada jawaban. Saksi merasakan ada yang aneh terkait keberadaan korban. Kunci pintu digembok dari luar, akan tetapi saksi meyakini ada orang di luar. ”Saya lihat dari kaca, seperti ada orang tidur di atas ranjang, namun ditutupi selimut,” tuturnya.
Saksi pun memeriksa lebih dalam dengan membuka satu kaca nako. Ia mengambil sebuah pipa dan langsung mengarahkannya ke dalam kamar. Selimut yang dipakai korban pun berhasil digeser dan terlihat rambut. ”Saat itu, sekitar pukul 17.15 wita. Saya melihat rambut korban. Pertama kali, saya kira rambut boneka. Begitu selimutnya dibuka lebih lebar, ternyata tubuh korban,” terang Anom Sayuga.
Mengetahui keponakannya tewas, saksi langsung melapor ke Polsek Densel. Di bawah komando Kapolsek AKP Leo Pasaribu, sejumlah anggota buser, intelkam meluncur ke TKP. Mereka langsung melakukan olah TKP dan memeriksa sejumlah saksi. Diketahui, leher bagian kanan korban masih tertancap pisau. Bahkan, pisau itu tembus. Darah korban tercecer di atas kasur. Selain itu, korban juga dalam kondisi telanjang bulat.
Dari hasil olah TKP sementara, sejumlah barang milik korban juga diketahui hilang. Di antaranya HP Nokia 2610 dan sebuah motor Honda Supra 125. Apakah korban diperkosa lalu dibunuh dan dirampok? Hingga semalam polisi masih menyelidiki kasus tersebut. Begitu juga, belum diketahui pasti motif dari kejadian ini.
”Kami masih menyelidiki kasus ini. Ada sejumlah saksi telah diperiksa, namun belum ada yang mengarah siapa pelakunya,” ujar salah satu petugas kepolisian. (kmb21)

Minta Diantar Beli Buku

SUASANA di tempat kos korban Dewa Ayu Agung Diah Cahyani (18), Selasa (7/9) malam kemarin diwarnai kesedihan. Tak hanya anggota keluarga korban, juga kerabat dekat korban menangis tersedu-sedu mengetahui kematian korban yang begitu sadis.
Salah satu kerabat dekat korban, Putu Indah Oktaviani, mengaku sangat kehilangan. Sejak SMA, Indah Oktaviani merupakan teman dekatnya. ”Saya satu SMA sama korban. Kami sekolah di SMA 1 Bangli, dan kini sama-sama kulaih di Stikes Bali. Korban kelas I A dan saya kelas I B,” ujar Indah Oktaviani saat ditemui di TKP, kemarin.
Yang lebih menyedihkan, kata Indah Oktaviani, dirinya sempat mengantar korban beli kaos kaki di mall. Usai beli kaos kaki, mereka tiba di kos pukul 22.00 wita. ”Saya sampai di kos korban hingga pukul 22.30 wita. Korban sempat meminta untuk diantar beli buku besoknya. Saya pun menyanggupi ajakan korban,” terangnya sambil menangis tersedu-sedu.
Keesokan harinya, Indah Oktaviani menghubungi korban pukul 09.00 wita. Meski nyambung, namun korban tidak mengangkat teleponnya. Selanjutnya, ia kembali menghubungi nomor telepon korban. Kali ini, teleponnya malah di-reject. ”Saya kira korban tidak jadi diantar. Saya coba hubungi lagi, sudah tidak aktif,” jelasnya.
Menyangkut kepribadian korban, Indah Oktaviani mengatakan korban memiliki sifat pendiam. Namun, korban baik hati. Indah Oktaviani juga mengatakan korban sedikit tertutup, apalagi masalah pribadi korban. ”Setahu saya, korban tidak memiliki pacar. Waktu SMA sempat punya pacar namun kini sudah putus,” imbuhnya. (jay)

  1. Belum ada komentar.
  1. 13 September 2010 pukul 1:01 am

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: