Beranda > CeritaKu > Tersesat di Kuburan Gunung Batur

Tersesat di Kuburan Gunung Batur

Gunung Batur

Gunung Batur

Astaga!! hampir saja mobil yang kami kendarai menabrak kuburan di sekitar gunung Batur.

Tengah malam, di sibukkan oleh kabut yang membutakan mata hingga kami tersesat masuk kuburan tanpa sepengetahuan kami, dengan terburu buru saya langsung banting stir dan kabur dari kuburan yang mencekam tersebut.

Tepat dua hari lalu, kami ber empat yaitu saya-duwi, shandy dan ngurah berencana menghadiri sebuah pesta pernikahan seorang teman kampus di daerah ubud. Di peta tertuliskan daerah Payangan Ubud, melihat peta kami pikir akan semudah yang kami bayangkan untuk menemukan alamat tersebut.

Janji untuk berkumpul adalah jam 5 sore di rumah si Shandy, tapi karena alasan saya masih dalam perjalanan pulang dari bekerja maka jam berkumpul jadi tertunda menjadi jam 6 sore. Setibanya saya di tempat pertemuan saya dengan Mirah, ia sudah menunggu sambil memainkan handphone nya sambil sebuah mobil karimun menunggu disampingnya.

Saya selesai berbenah benah, dan mirah sudah tak sabar, langsung saja kami berdua menjemput si Shandy dan Ngurah di rumah si Shandy. Dengan riang gembira kami ber empat pergi tanpa rasa takut tersesat. Dengan bermodalkan bensin 30 ribu rupiah kami berangkat menuju ubud yang jaraknya kira kira 60km.

Perjalanan

Dalam Perjalanan

Malam semakin larut, canda dan tawa menghiasi setiap meter jalan kami. Dihiasi dengan sedikit hujan, perjalanan ditemani dengan panas dingin nya hawa jalan. Lama kelamaan jalanan menjadi lebih berkabut. semakin tebal dan tebal. Si Ngurah yang saya tanya “bener ni jalan nya rah?” ngurah hanya menjawab “bener, lanjut aja”

Bensin sudah hampir habis, yang saya lihat hanyalah jarum yang menempel pada indikator merah bertuliskan huruf E (empty) pada level bensin mobil kami. Kabut tebal semakin membuat pendek jarak pandangan ke jalan. Jalan mulai berliku liku dan menanjak tak karuan. Kami mulai bertanya tanya karena jalanan mulai menanjak melewati hutan yang kami tidak tau keberadaan nya. Ngurah hanya tersenyum meyakinkan bahwa jalan yang kami lewati adalah benar.

Lama kami melewati jalanan curam berliku dan tidak ada penerangan dan rumah penduduk sama sekali, kami melihat sebuah tembok besar setelah keluar dari hutan tersebut. Terdapat tulisan pada tembok tersebut.

Papan Petunjuk

Papan Petunjuk

Astaga!! “woe kita skarang di kintamani Batur, bukan di Ubud!! wah ngurah ngasi tau jalan yang salah ni” kata saya dengan nada teriak. Si Mirah hanya ketakutan karena tau kita sudah tersesat begitu jauh dan bensin yang sudah sekarat tersebut. Hm… Perjalanan kita sampai sejauh ini ke batur di tengah malam. Suasana pada saat itu gelap, sepi dan berkabut tebal, maklum pada saat itu ketinggian kami setara dengan gunung Batur.

Sempat berpikir untuk balik saja ke jalan sebelumnya. Tapi kami memutuskan untuk lewat jalan pulang menuju gianyar yang kami sendiri tidak tau rute nya. Lama kami melewati turunan, gelap tanpa penerangan kecuali lampu yang ada pada mobil kami. Sedikit putus asa akhirnya kami memutuskan untuk berbelok dan kembali ke jalan dimana kami pertama keluar dari hutan.

Di Kintamani

Di Kintamani

Beli Cemilan

Beli Cemilan

Sebelum kembali kejalan hutan tersebut kami menyempatkan membeli sedikit cemilan dan air untuk bekal diperjalanan, karena yang rencananya akan makan enak malahan kelaparan dijalan akibat tersesat berjam jam dijalan.

Aneh, kabut bertambah tebal dan jalanan semakin sepi. Saya melambatkan laju mobil yang saya kendarai agar tidak menabrak sesuatu atau seseorang. Lama kami berkendara seolah jalan yang kami lewati sudah benar, , angin serasa bertambah dingin “shan, tutup jendela nya” saya menyuruh shandy untuk menutup jendela. Tiba tiba, “kok jalan nya putus ni??” saya terheran heran. Jalan yang saya rasa benar berhenti pada gundukan rumput dan sedikit tumpukan bambu entah apa itu. Sekeliling kami perhatikan hanyalah pohon yang besar kami pandang. Pandangan kami terpaku pada papan bertuliskan “Setra” artinya kuburan. Aduh, “kita dikuburan ni” semua terdiam hingga sunyi benar benar sepi. Lampu dim saya nyalakan, ternyata benar, didepan kami banyak kuburan yang hampir saja kami tabrak.

Sedikit gugup dan takut, saya putar balik posisi mobil kami menuju jalan dimana kami masuk di awal. Seolah diberi petunjuk, gerbang kuburan yang tadi nya gelap menjadi terang oleh cahaya bulan, dan kabut seolah hilang tanpa kami sadari. jalanan yang mengantar kami ketempat tersebut menjadi jelas kembali, dan kami bergegas menuju ketengah hutan kembali untuk sampai ke jalan utama kami.

Di tengah hutan kembali jalanan beliku kami lewati. Hampir semua tikungan tajam seolah adalah jalan lurus. entah karena pandangan malam atau “ada” yang akan menjaili kami ber empat. Suasana kami saat ini tak se ceria sebelum nya. Suasana menjadi lebih tegang, dan menjadi serius mencari alamat.

Acara nikah

Acara Nikah

Ternyata banyak percabangan jalan yang telah kami lewati dan kami tidak menyadari nya. cukup lama kami diperjalanan dan ketakutan, bensin yang mulai menipis entah kapan akan mogok, kami tiba di acara pernikahan teman kami yang telah usai. Hanya ada beberapa tamu undangan dan keluarga  saja. Makanan dan minuman pun hanya tersisa sedikit, karena kami tiba tengah malam hampir menjelang pagi.

Semua pertamina tutup, yang akhirnya kami menemukan di desa Batubulan. Lega akhirnya tiba di pinggiran kota yang terang dengan cahaya lampu. Mobil saya pacu menuju rumah Shandy untuk mengantarkan dia dan Ngurah. Sedangakan saya dan Mirah menuju rumah saya.

Karimun Kami

Karimun Kami

Pengalaman tersesat ini menjadi pengalaman berharga buat saya. Sempat saya berpikir, kenapa tidak membawa GPS saat menempuh perjalanan yang belum saya tahu rutenya tersebut. Dan untuk para pengendara lain ingat juga untuk mengisi bensin full jika ingin berkendara malam dan jauh.

  1. cynthya
    11 Mei 2010 pukul 5:42 pm

    wow–pengalaman yg mengasikan wik…hehehe..thya

    • 11 Mei 2010 pukul 5:58 pm

      iya… niat nya mau ke nikahan temen malah nyasar ke batur hehehe

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: